Yaa.... Ini cerpenku.Pendek.Komentarnya ya!
Tokoh utamanya si suami
Kami
menysulmu Ma...
Ma, gimana kabarnya? Baik baik saja bukan? Aku dan ayah
merindukanmu.Apakah di surga itu enak? Apakah mama kangen sama Elsa? Elsa
kangen banget sama mama.
Ma,
jangan pergi, kasihan papa setiap hari menangis.Aku malu diejek sama temen-temen
Elsa kalau Elsa gak punya mama.
Ma,
semoga mama bahagia ya, ma, aku punya setangkai bunga mawar di dalam
amplop.Dadah mama.
Elsa Azzakia Putri Azizah
Aku membaca surat Elsa yang
disimpannya di atas meja belajarnya.Aku memang sedih sejak istriku tercinta
meninggalkan dunia.Aku tak bisa menahan tangisku.
Elsa anakku membuat begitu
banyak surat untuk mamanya.Elsa sangat menyayangi mamanya.Ia juga membuat
puisi.Aku sempat melihatnya.
Mama...
Kupandang
lagit bila merindukanmu
Kupandang
bintang-bintang,
Bila
ingin memelukmu
Walau
engkau jauh
Doaku
selalu menyertaimu
Mama...
Dalam
gelap engkau bersinar
Bagai
sang bulan menerangi malam
Mama...
Kini...
Kau
telah tertutup kain putih
Nafasmu
telah berhenti
Jantungmu
tak lagi berdetak
Namun,
Jiwamu
masih tersimpan di hatiku
Mama...
Aku
sangat merindukanmu
Sangat
merindukanmu
Sang
mutiara hatiku
Aku
akan menyusulmu nanti
Oh,
mama
Itu adalah karya Elsa
anakku.Kurasa Elsa benar-benar menyayangi mamanya.Kurasa mamanya dapat
mengetahui isi hati kecilnya.Bidadari kecilku itu, sangat ingin menemuinya.
“Ayah... Elsa pulang!” seru Elsa
dari luar. “Iya, pake salam dulu dong sayang.” Kataku sambil tersenyum.Aku
begitu menyayangi bidadari kecilku.Ia begitu manis. “Elsa sayang, maukah kita
jalan-jalan?” tawarku pada Elsa. “Mau sekali ayah!” kata Elsa. “Ganti bajumu!”
perintahku.
Kami telah siap, kami menaiki
mobil kami.Elsa duduk di depan. “Ayah! Kita mau kemana?” tanya Elsa penuh
semangat. “Kita akan ke suatu tempat yang mengasyikkan.” Kataku penuh rahasia.
“Yeeeeee” kata Elsa ber yee yee.
Tiba-tiba saat lampu merah, ada
truk yang menabrak mobilku.Aku dan Elsa, telah meninggalkan dunia.
“Istrikuuuuu! Mamaaaaaa!” seruku
dan Elsa. “Suamikuuuu! Elsaaaaa!” seru istriku gembira. “Kita telah bersatu
kembali.” Kata istriku.
Nampak dilangit ada awan yang
membentuk wajahku, Elsa, dan istriku.Kelihan dari mimiknya, bahwa kami sangat
gembira
Komen dong :( satu orang..... aja!
BalasHapusOke?
BalasHapus